Aktual, Kredibel, Berimbang

Reses di Botungobungo, Dheninda Realisasikan Mobil Pelayanan dan Tenda Bagi Warga

Ketua Komisi 3 DPRD Gorut, Dheninda Chaerunnisa saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan reses di Desa Botungobungo, Jum'at (29/8). (dok.LP)

Lintas-Publik.com, Gorut – Srikandi DPRD Gorontalo Utara (Gorut) dari Dapil 1 Kwandang, Dheninda Chaerunnisa, menggelar reses masa sidang ketiga tahun sidang pertama 2024-2025, di Desa Botungobungo, Kecamatan Kwandang, Jumat (29/8).

Dalam kesempatan itu, Dheninda secara jujur mengungkapkan bahwa pada tahun ini anggota DPRD tidak memiliki pokok-pokok pikiran (pokir) akibat minimnya kondisi keuangan daerah.

“Kalau ditanya secara pribadi, saya ingin anggaran pokir sebanyak-banyaknya agar bisa kembali ke masyarakat. Namun apa daya, kondisi keuangan kita sangat minim karena efisiensi anggaran dari pusat. Mudah-mudahan tahun depan sudah ada lagi anggaran pokir agar aspirasi masyarakat bisa saya realisasikan,” ujarnya.

Dheninda mengaku merasa malu karena hanya bisa menampung aspirasi masyarakat tanpa bisa langsung merealisasikannya.

Bahkan, ia menyampaikan bahwa selama ini ia berusaha menyisihkan dana pribadinya untuk membantu kebutuhan warga.

Dalam reses tersebut, ia juga menyampaikan beberapa program pribadi yang masih berjalan, termasuk program kedukaan yang disambut positif oleh masyarakat.

Selain itu, ia menginformasikan bahwa mobil pelayanan yang ia janjikan sejak pencalonan kini sudah tersedia, serta tenda untuk warga Botungobungo yang bisa digunakan saat hajatan maupun duka.

Kegiatan reses itu juga menghadirkan dua OPD, yakni Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura serta Dinas PPA. Kehadiran dua instansi ini, kata Dheninda, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Mayoritas warga Botungobungo adalah petani, sehingga saya ajak Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura. Sementara Dinas PPA hadir untuk mensosialisasikan pencegahan tindak pelecehan seksual terhadap anak yang angkanya cukup tinggi di Gorut,” jelasnya.

Di akhir pertemuan, Dheninda menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama satu tahun masa jabatannya, dan membuka ruang kritik serta masukan dari masyarakat.

“Reses ini bukan hanya soal menyerap aspirasi, tapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk mengoreksi kinerja saya. Karena sebagai wakil rakyat, tugas utama saya adalah melayani masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai bentuk perhatian, ia turut membagikan minyak goreng kepada masyarakat yang hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *