Lintas-Publik.com (Gorut) – Di tengah keterbatasan ekonomi, Moh. Ramdhan Imran, pemuda gigih asal Gorontalo Utara, membuktikan bahwa mimpi menempuh pendidikan tinggi tidak pernah mustahil diwujudkan.
Dengan semangat pantang menyerah, Ramdhan membangun usaha dari nol untuk membiayai cita-citanya melanjutkan studi ke jenjang S2.
Ramdhan adalah lulusan Universitas Ichsan Gorontalo, Jurusan Hukum. Sejak lama ia memiliki tekad besar melanjutkan kuliah ke tingkat pascasarjana.
Namun, kondisi ekonomi keluarga menjadi penghalang utama. Alih-alih menyerah, ia mencari jalan keluar dengan membangun usaha sendiri.
Perjalanan Ramdhan tidak mudah. Pada 2019, ia sempat menjadi guru di salah satu SMA di Gorontalo Utara. Kemudian pada 2023, ia merantau ke Morowali, Sulawesi Tengah, bekerja di area pertambangan PT IMIP.
Sayangnya, faktor alam dan kerasnya kehidupan membuatnya harus melanjutkan perjalanan ke Sulawesi Utara, mulai dari Bitung, Manado, hingga Kotamobagu. Dari hasil jerih payah itu, ia mengumpulkan modal untuk membangun usaha di kampung halamannya, Kwandang, Gorontalo Utara.
Dengan modal seadanya, Ramdhan merintis usaha rempah-rempah di pasar tradisional. Ia memulainya dari menjual bawang merah, lalu perlahan menambah berbagai barang dagangan lain.
Kini usahanya dikenal dengan nama Lapak Sinar Mentari, yang semakin berkembang dan mendapat tempat di hati masyarakat.
“Awalnya memang sulit, bahkan sering diejek karena sarjana hanya jadi pedagang pasar. Tapi saya tidak malu dan tidak menyerah. Selama ini saya bekerja halal, dan saya yakin dengan doa serta kerja keras, saya bisa meraih impian saya,”ungkap Ramdhan kepada awak media Rabu (17/9).
Keberhasilannya tidak hanya menopang biaya studi, tetapi juga memberi inspirasi dan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Ramdhan kini tengah bersiap melanjutkan kembali perkuliahan S2 yang sempat tertunda di Program Pascasarjana Universitas Ichsan Gorontalo, tepatnya sudah sampai pada semester tiga.
“Saya ingin belajar lebih banyak lagi agar bisa berkontribusi lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kisah Ramdhan menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan keteguhan hati dan kerja keras, setiap orang bisa mengubah tantangan menjadi jalan menuju kesuksesan.













