Aktual, Kredibel, Berimbang

Dheninda Chaerunnisa Bantah Sebut Aktivis Calo: “Tolong Jangan Pelintir Pernyataan Saya”

Ketua Komisi 3 DPRD Gorut, Dheninda Chaerunnisa. (dok.pribadi).

Lintas-Publik.com, Gorut — Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Dheninda Chaerunnisa, angkat bicara menanggapi tudingan salah satu aktivis, Nanang Latif, yang menilai dirinya telah menyebut aktivis sebagai calo dalam proses perekrutan PPPK paruh waktu.

Dalam klarifikasinya, Dheninda dengan tegas membantah pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Ia menantang pihak-pihak yang menuduhnya untuk menunjukkan bukti otentik.

“Berikan saya satu bukti di mana ada pernyataan saya yang mengatakan bahwa aktivis itu adalah calo. Mana pernyataannya? Itu kan pernyataan dari Nanang Latif, terus kalian pelintir-pelintir,” tegas Dheninda kepada media, Kamis (9/10).

Ia menilai bahwa tuduhan tersebut telah disalahartikan dan bahkan dipelintir oleh pihak tertentu hingga menimbulkan kesalahpahaman di publik.

“Yang sebenarnya provokator itu adalah mereka. Mereka yang memprovokasi semua ini. Padahal di pernyataan saya itu tidak ada menyebutkan calonya siapa,” ujarnya.

Menurut Dheninda, pernyataannya soal “jangan ada calo” disampaikan berdasarkan aduan langsung dari masyarakat, bukan tuduhan terhadap pihak tertentu.

“Saya sangat berhati-hati bicara karena saya juga tidak tahu pasti siapa itu calo. Tapi saya menyampaikan itu karena ada masyarakat yang datang mengadu langsung ke saya,” jelasnya.

Ia menegaskan tidak pernah menuduh kelompok mana pun, termasuk para aktivis.

“Orangnya yang minta-minta uang itu, terus kenapa aktivis yang merasa tersinggung? Bahkan Nanang Latif dan kawan-kawan itu hanya berasumsi sendiri. Mereka yang bilang aktivis itu calo, tapi seakan-akan itu pernyataan saya,” kata Dheninda.

Lebih lanjut, ia meminta semua pihak untuk tidak menyesatkan publik dengan narasi yang dipelintir dan provokatif.

“Tolong jangan menyesatkan publik dengan kata-kata seperti itu. Jangan memprovokasi apalagi sampai memelintir. Karena pernyataan saya itu sederhana dan tidak mengarah ke siapa pun,” ujarnya menegaskan.

Dheninda juga mempertanyakan sikap pihak yang terlalu reaktif terhadap ucapannya.

“Kenapa mereka yang bersuara keras? Patut dipertanyakan, ada apa sebenarnya? Harusnya mereka belajar membaca, belajar memahami, dan memaknai kalimat dengan benar,” pungkasnya.

Menurut Dheninda, sebagai anggota dewan, dirinya hanya menjalankan fungsi pengawasan dan mengingatkan agar proses perekrutan PPPK paruh waktu berjalan bersih dari praktik percaloan.

“Kenapa saya dibilang tidak pantas bicara begitu? Saya hanya mengingatkan agar tidak ada calo. Itu tugas saya sebagai anggota dewan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *