Aktual, Kredibel, Berimbang

Cottage Pantai Monano Rusak Parah, DPRD Gorut Desak Pemda Segera Hapus Aset dan Lakukan Perbaikan

Legislator Fraksi NasDem Gorut, Mikdad Yeser. (dok.ist)

Lintas-Publik.com, (GORUT) – Anggota Komisi III DPRD Gorontalo Utara (Gorut) dari Fraksi NasDem, Mikdad Yeser, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Gorut melalui Dinas Pariwisata agar segera melakukan penghapusan aset serta perbaikan bangunan cottage (kotex) di kawasan wisata Pantai Monano yang dinilai sudah tidak layak digunakan oleh wisatawan.

Desakan tersebut disampaikan menyusul kondisi sejumlah unit cottage yang mengalami kerusakan cukup parah dan berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.

Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Anggrek–Monano itu mengungkapkan, berdasarkan penjelasan Kepala Dinas Pariwisata Gorut, Robin Daud, proses penghapusan aset harus dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembangunan atau perbaikan lanjutan.

“Alasan cottage itu dirobohkan karena memang sudah tidak layak ditempati oleh pengunjung yang ingin menginap. Kerusakannya cukup serius,” ujar Mikdad, Selasa (20/1).

Ia merinci, kerusakan bangunan meliputi tangga kayu yang sudah rapuh, tiang penyangga bangunan yang mulai miring, serta atap bangunan yang mengalami kebocoran.

Bahkan, lanjut Mikdad, terdapat satu unit cottage yang bagian atapnya telah copot tepat di tengah bangunan.

“Kalau atap itu tidak segera diganti, kerusakannya akan semakin parah. Dikhawatirkan plafon dan lantai cottage ikut rusak karena air masuk langsung ke dalam bangunan,” jelasnya.

Mikdad menambahkan, seluruh bangunan cottage tersebut terbuat dari material kayu yang sangat rentan terhadap air hujan dan panas matahari.

“Jika dibiarkan, kayu akan cepat lapuk dan tentu membahayakan keselamatan pengunjung,” tegasnya.

Ironisnya, kata Mikdad, bangunan cottage tersebut baru dibangun pada tahun anggaran 2024. Namun kondisi kerusakan sudah terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

Ia mengaku, laporan terkait kondisi bangunan itu telah disampaikan kepada Kepala Dinas Pariwisata Gorut, namun hingga kini belum mendapat tindak lanjut yang serius.

“Sudah dilaporkan ke Kadis Pariwisata, tapi sampai hari ini belum ada perhatian serius,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Mikdad, Pantai Monano merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Gorut yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar daerah dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pantai Monano ini jelas menghasilkan PAD. Tapi justru yang mendapat anggaran malah Pantai Minanga. Ini yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tandasnya.

Ia berharap Pemda Gorut segera mengambil langkah konkret, baik melalui penghapusan aset maupun perbaikan bangunan.

“Agar fasilitas wisata di Pantai Monano kembali layak, aman, dan nyaman digunakan oleh para wisatawan,” ia menandaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *