Lintas-Publik.com, (Gorut) — Kejaksaan Negeri (Kejari) Gorontalo Utara (Gorut) menerima kedatangan massa aksi dari Aliansi Mahardika, yang menggelar unjuk rasa di depan kantor Kejari, Senin (20/10).
Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Jenderal Lapangan (Jenlap) Sahrul Lakoro, dengan sejumlah tuntutan yang disuarakan, di antaranya penuntasan dugaan kasus korupsi Mesjid Jabal Iqro atau Mesjid Blok Plan serta dugaan korupsi pada Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) yang saat ini tengah berproses di Kejari Gorut.
Menanggapi hal tersebut, Kasubsi II Intelijen Kejari Gorut, Brilliantika Sandi, mewakili Kajari Gorut Zam Zam Ikhwan menyampaikan apresiasi terhadap sikap kritis massa aksi.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah disampaikan oleh massa aksi dari Aliansi Mahardika Gorut. Untuk saat ini, yang berwenang memberikan penjelasan lebih lanjut adalah Pak Kasie Intel. Namun beliau masih dinas luar. Kami sudah menawarkan kepada massa aksi untuk melakukan audiensi besok, Selasa (21/10),” ujar Brilliantika.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa terkait dugaan kasus korupsi BKAD, pihak Kejari telah menaikkan status perkara tersebut dari penyelidikan ke tahap penyidikan pada 30 September lalu.
“Saat ini kami masih melakukan penyidikan untuk mencari alat bukti terkait tindak pidana serta pihak-pihak yang diduga terlibat. Jadi mekanismenya tetap berjalan sesuai prosedur hukum. Mohon ditunggu proses kelanjutannya,” terangnya.
Brilliantika juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Aliansi Mahardika Gorut atas dukungan dan perhatian terhadap kinerja Kejari dalam menangani berbagai kasus dugaan korupsi di wilayah Gorut.












