Lintas-Publik.com, Gorut — Fraksi Partai NasDem DPRD Gorontalo Utara (Gorut) menanggapi pemberitaan yang disampaikan oleh salah satu aktivis, Nanang Latif, terkait pernyataan Ketua Komisi III DPRD Gorut, Dheninda Chaerunnisa, yang disebut menyamakan aktivis dengan calo dalam proses perekrutan PPPK paruh waktu.
Anggota Fraksi NasDem, Hendra Nurdin menjelaskan, pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung kepada Ketua Komisi III DPRD Gorut, Dheninda Chaerunnisa, dan hasilnya, Dheninda menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebut aktivis sebagai calo.
“Saya telah mengonfirmasi berita tersebut. Pernyataan Ibu Ketua Komisi III adalah agar dalam perekrutan PPPK paruh waktu jangan sampai ada calo. Saya sepakat dengan hal itu, dan bukan hanya beliau, semua stakeholder di daerah ini juga menginginkan hal yang sama,” ujarnya, Rabu (8/10).
Ia juga menegaskan bahwa perjuangan terkait pengangkatan PPPK paruh waktu merupakan hasil kerja keras banyak pihak, termasuk para aktivis yang sejak awal turun kejalan tanpa rasa lelah memperjuangkan aspirasi masyarakat tanpa pamrih.
“Alhamdulillah, perjuangan para aktivis ini pun langsung dijawab oleh Bupati dan Wakil Bupati Gorut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sekretaris DPD NasDem menilai bahwa Nanang Latif keliru dalam memaknai isi pemberitaan tersebut.
“Yang perlu diluruskan adalah Dheninda tidak pernah menyebut aktivis sebagai calo. Pendapat saudara Nanang Latif itu tidak sinkron dengan pernyataan Dheninda,” tegasnya.
Ia pun menambahkan, jika benar Dheninda mengeluarkan pernyataan seperti yang dituduhkan, maka pihaknya sebagai pimpinan partai akan memberikan teguran.
“Kalaupun benar Ibu Dheninda mengatakan hal itu, bukan hanya saudara Nanang Latif yang akan marah, termasuk saya juga seorang aktivis pasti akan menegur beliau,” tutupnya.












