Lintas-Publik.com, GORUT – Anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut) Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Haris Tuina, melaksanakan reses di Desa Dambalo, Kecamatan Tomilito, Rabu (27/8).
Dalam kesempatan itu, Haris menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban setiap anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Tomilito dan Ponelo Kepulauan.
“Serap aspirasi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kemauan,” ujarnya.
Haris mengakui, reses merupakan agenda rutin DPRD yang sudah sering dilakukan, namun kendala keterbatasan anggaran membuat banyak aspirasi sulit terealisasi.
“Saat ini pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD. Kondisi ini tentu berpengaruh pada serapan aspirasi masyarakat, dan harus kita pahami bersama,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan, terutama pembangunan infrastruktur jalan di Desa Mutiara Laut, Ponelo, Otiola, dan Malambe. Selain itu, nelayan juga mengharapkan bantuan mesin dan perahu.
Menanggapi aspirasi itu, Haris menyatakan akan memperjuangkannya dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.
“Dinas PU menyampaikan bahwa dokumen pembangunan jalan di Desa Mutiara Laut sudah lengkap dan tinggal menunggu alokasi anggaran. Sementara itu, jalan di Ponelo juga harus tetap diperhatikan agar segera terealisasi. Pembangunan jalan Ponelo akan menjadi perhatian kami,” ungkap Haris.
Ia juga menambahkan, kebutuhan nelayan sudah diteruskan ke dinas terkait agar Kecamatan Tomilito dan Ponelo Kepulauan tidak terabaikan dalam program Kementerian Perikanan.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BPP menyampaikan bahwa benih padi jenis gogo saat ini tersedia di Dinas Pertanian. Ia juga menginformasikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di kios pengecer, yakni Ponska Rp115.000 dan Urea Rp112.500.
“Namun demikian, penyerapan pupuk bersubsidi di Kecamatan Tomilito masih tergolong rendah,” pungkas Haris.












