Raker dengan Dinkes, Windra Lagarusu: Anggaran Perdis Sah, Tapi Harus Berdampak Nyata bagi Daerah

Suasana rapat kerja Komisi III Gorut bersama Dinas Kesehatan Gorut, di Ruang Sidang DPRD. (dok.Lp)

Lintas-Publik.com, (Gorut) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara (Gorut) menggelar rapat kerja (raker) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), membahas efektivitas penggunaan anggaran, khususnya perjalanan dinas (Perdis), serta evaluasi program dan capaian kinerja sektor kesehatan.

Anggota Komisi III DPRD Gorut, Windra Lagarusu, menyampaikan bahwa penggunaan anggaran perjalanan dinas yang telah dibahas dan diketuk dalam APBD merupakan hal yang sah secara aturan.

“Ketika anggaran ini dipakai dan telah diketuk, saya kira itu sah-sah saja,” ujar Windra, Senin (2/2).

Namun demikian, Windra menegaskan bahwa terdapat perspektif lain yang juga harus diperhatikan, yakni berkaitan dengan urgensi Perdis tersebut.

Menurutnya, dinas terkait perlu memberikan penjelasan yang utuh agar agenda Perdis benar-benar memberikan dampak dan manfaat nyata bagi daerah.

“Perlu ada penjelasan yang utuh dari dinas terkait, sehingga agenda-agenda perjalanan dinas ini betul-betul memberi manfaat bagi Gorut,” jelas Windra yang juga menjabat anggota Banggar DPRD Gorut.

Ia juga mengungkapkan bahwa alokasi anggaran Perdis saat ini merupakan yang paling rendah sepanjang sejarah terbentuknya daerah tersebut. Oleh karena itu, DPRD sangat selektif dalam melaksanakan Perdis.

“Kami dengan alokasi anggaran Perdis yang paling rendah sepanjang sejarah Gorut terbentuk, sangat selektif dalam melaksanakan Perdis,” tegas Windra.

Lebih lanjut, Windra mengingatkan bahwa seluruh penyelenggara pemerintahan merupakan pihak yang digaji melalui pajak daerah, sehingga akan terus mendapat pengawasan dari publik dan insan pers.

“Sebagai orang yang digaji dari pajak daerah, kita akan terus diamati oleh publik dan insan pers. Sehingganya kita perlu stok kesabaran dan senyum, karena di momen tertentu ada hal-hal yang tidak berkenan dan itu bisa menjadi pemberitaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Windra juga menyarankan kepada Dinkes Gorut agar lebih humanis dalam membangun komunikasi dengan insan pers.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan capaian-capaian positif pemerintah daerah (Pemda)

“Kalau ada pencapaian yang baik, saya kira teman-teman jurnalis akan menyebarluaskan hal tersebut. Tinggal bagaimana cara kita berkomunikasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa DPRD Gorut selama ini selalu menjaga hubungan baik dengan insan pers sebagai bagian dari transparansi publik.

“Kami di DPRD juga selalu menjaga hubungan baik dengan teman-teman jurnalis,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Windra juga meminta pihak Dinkes Gorut untuk menyusun data terkait kekurangan-kekurangan yang masih terdapat di setiap unit kerja.

“Data itu akan kami jadikan bahan evaluasi untuk ditindaklanjuti ke depan,” jelasnya.

Terkait program Surga Kasih Sayang yang diterapkan di Puskesmas, Windra menyatakan dukungannya dalam rangka mewujudkan Gorut yang bercahaya, seperti yang telah diterapkan di Puskesmas Kecamatan Anggrek dan Kecamatan Kwandang.

“Saya berharap Puskesmas lainnya dapat mengikuti apa yang telah diterapkan oleh dua Puskesmas tersebut. Karena kalau Puskesmas itu bercahaya, view-nya sangat berbeda,”katanya.

Windra juga menyampaikan apresiasi terhadap capaian Dinkes Gorut, khususnya terkait akreditasi Puskesmas yang hampir separuhnya telah beralih status menjadi paripurna.

“Saya sangat mengapresiasi pencapaian ini. Menurut saya, ini merupakan capaian yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menilai bahwa capaian tersebut seharusnya mendapat apresiasi yang lebih baik dari Pemda.

“Namun, dengan keterbatasan anggaran yang ada, kondisi tersebut perlu dimaklumi bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *