Lintas-Publik.com – Di tengah suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang semestinya dipenuhi kebahagiaan dan kebersamaan, warga Kecamatan Biau harus menghadapi cobaan berat akibat banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada Selasa, 26 Mei 2026, atau sehari sebelum perayaan Idul Adha.
Sejak bencana terjadi, Rumah Zakat bergerak cepat memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak. Hingga Kamis (4/6), relawan Rumah Zakat masih terus berada di lapangan untuk menyalurkan bantuan logistik sekaligus membantu proses pemulihan pascabanjir.
Berbagai kebutuhan dasar telah didistribusikan kepada warga, mulai dari makanan siap saji, air mineral, alas tidur, hingga paket kebersihan (hygiene kit). Selain itu, relawan juga terlibat dalam kegiatan pembersihan rumah-rumah warga yang terdampak, dengan fokus membantu para lanjut usia yang kesulitan membersihkan material lumpur dan sampah sisa banjir.
Kondisi di lapangan semakin menantang setelah banjir susulan kembali melanda Kecamatan Biau pada Rabu (3/6). Banjir tersebut memperparah kerusakan yang sebelumnya telah terjadi dan menambah beban para penyintas yang masih berupaya memulihkan kehidupan mereka.
Berdasarkan hasil koordinasi antara Rumah Zakat dan pemerintah daerah, operasional dapur umum pemerintah telah dihentikan sejak 1 Juni 2026. Namun, banyak warga masih mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan karena fasilitas dapur di rumah mereka rusak akibat banjir.
Saat ini, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan oleh para penyintas, di antaranya makanan siap saji, air bersih, selimut dan pakaian hangat, obat-obatan untuk bayi, kebutuhan khusus ibu hamil dan lansia, serta seragam sekolah bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Koordinator Relawan Rumah Zakat Gorontalo sekaligus Koordinator Lapangan Banjir Bandang Kecamatan Biau, Sandy Syafrudin Nina, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi masyarakat hingga masa tanggap darurat berakhir.
“Saudara-saudara muslim seiman kita di Biau saat Idul Adha kemarin mendapatkan ujian berat dari Allah SWT. Di saat kita semua bersuka ria melaksanakan ibadah kurban, mereka di sini harus bertahan dari kelaparan hingga hari ini. Semoga dengan posko utama yang didirikan oleh Rumah Zakat dapat menjadi pemantik bagi banyak pihak untuk saling berkolaborasi mengulurkan tangan,” ujarnya.
Rumah Zakat juga memastikan seluruh relawan tetap bertugas hingga berakhirnya masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah daerah selama 30 hari sejak 26 Mei 2026.
Melalui Posko Utama Rumah Zakat, lembaga kemanusiaan tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat, dunia usaha, maupun para pemangku kepentingan untuk turut berpartisipasi dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas banjir di Kecamatan Biau hingga kondisi kembali pulih dan kondusif. (Rol)













