Dari Kampus untuk Kemanusiaan: UIGU dan BEM Galang Solidaritas Bantu Korban Banjir Biau

Warga Biau saat menerima bantuan dari UIGU dan BEM. (dok.istimewa)

Lintas-Publik.com – Di tengah upaya pemulihan pascabanjir yang melanda Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Universitas Ichsan Gorontalo Utara (UIGU) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UIGU) menunjukkan peran aktif dunia akademik dalam aksi kemanusiaan.

Melalui program bertajuk “UIGU Berbagi”, sivitas akademika dan mahasiswa turun langsung menggalang bantuan untuk masyarakat terdampak bencana, Selasa (16/6).

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Berbagai bantuan berhasil dihimpun dari sejumlah pihak, mulai dari kebutuhan pokok hingga bentuk bantuan lainnya. Seluruh bantuan kemudian diserahkan melalui Yayasan Rumah Zakat untuk didistribusikan kepada warga terdampak banjir di sejumlah desa di Kecamatan Biau.

Presiden BEM UIGU, Sahril Koly mengatakan, gerakan kemanusiaan tersebut lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap musibah yang menimpa masyarakat Gorontalo Utara. Menurutnya, solidaritas sosial harus terus ditumbuhkan sebagai bagian dari tanggung jawab moral generasi muda.

“Musibah banjir yang melanda Kecamatan Biau menjadi duka bersama bagi seluruh masyarakat Gorontalo Utara. Melalui gerakan UIGU dan BEM UIGU Berbagi, kami berupaya mengajak seluruh elemen kampus untuk turut berkontribusi membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Walaupun bantuan yang diberikan tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami masyarakat, setidaknya ini menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian kami terhadap sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara, Dr. Fatmah M. Ngabito, menegaskan bahwa nilai kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kampus.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan semangat empati, solidaritas, dan gotong royong kepada seluruh sivitas akademika, terutama saat masyarakat menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Universitas memiliki tanggung jawab moral dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen UIGU dalam mendukung upaya-upaya kemanusiaan dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi warga terdampak sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat dalam menjalani proses pemulihan pascabencana.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi warga Biau,” tandasnya. (Rol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *